Manusia pertama dalam dunia keimanan adalah Adam as, yang dicipta oleh Allah swt dari sari pati tanah yang dibentuk dengan sempurna dan ditiupkan ruh kedalamnya. Manusia kedua dari tulang rusuk Adam as dicipta oleh Allah swt menjadi wanita yang menemaninya di surga bernama Hawa.
Sebagai manusia yang akan menjadi khalifah di Bumi Adam dan Hawa diberikan tugas mendiami surga dengan persyaratan untuk tidak memakan buah kuldi. Sebagaimana sekarang diterangkan oleh Muhammad saw bahwa manusia adalah makhluk yang menjadi tempat lupa dan salah. Sehingga Adam dan Hawa dihukum untuk menghuni bumi sampai masa waktu yang ditentukan.
Allah swt memberi batasan waktu itu dengan kematian dan hari kiamat. Dimana dalam kematiannya manusia tidak bisa hidup lagi kecuali Allah swt menghidupkannya. Cerita mayat hidup lagi pernah terjadi di zaman Isa as untuk membuktikan suatu permasalahan.
Allah swt mengingatkan kepada manusia bahwa manusia memiliki musuh utama yang tidak manusia lihat yaitu setan. Kesalahan dan sifat lupa manusia karena mengikuti setan. Setan adalah makhluk yang tidak patuh pada perintah Allah swt, dan menjadi makhluk Allah swt yang menghuni neraka.
Manusia didunia sejak Adam sampai hari ini mengenal peradaban dengan ijin Allah swt. Manusia mengenal penguburan pertama dengan diajari Allah swt dari seekor burung gagak yang menguburkan gagak yang mati. Manusia semakin hari semakin banyak mendapatkan ilmu dari Allah swt. Dan manusia diingatkan bahwa ilmu manusia adalah ibarat setetes air di lautan yang luas.
Jika semua manusia dikumpulkan untuk memaparkan ilmunya dari sejak Adam sampai sekarang maka ilmu Allah swt lebih luas. Allah swt memberikan ilmu kepada manusia yang Allah swt kehendaki, dan Allah swt memberikan kepada orang beriman untuk mengambil setiap ilmu dari Allah swt.
Krisis ekonomi, korupsi, politik dagang/uang, HAKI, riba/perbankkan riba, dan kejahatan manusia yang lain sudah ada dibumi sekarang. Hukum yang pernah Allah swt berikan bagi manusia disaat manusia sudah bertindak jahat tanpa bisa dihentikan adalah dengan bencana. Allah swt menenggelamkan Fir’aun beserta bala tentaranya karena kejahatannya sudah tidak bisa dihentikan oleh Musa as beserta pengikutnya, istri, anak, dan kaum nabi Nuh sudah tidak bisa diajak ke jalan yang benar, sehingga sampai pembuatan perahu selesai nabi Nuh hanya ditemani oleh beberapa dari kaumnya dan makhluk Allah swt yang lain sepasang-sepasang.
Pelajaran berharga sekarang adalah dampak riba atau terorisme? yang menjadi penyebab gempa bumi terus melanda Indonesia. Riba selain berdampak pada kerugian materi juga berdampak pada perilaku manusianya. Manusia Indonesia hampir semuanya menikmati uang riba, dan belum ada lembaga yang memberikan jaminan bagi umat islam meninggalkan riba. Bisa jadi uang terorisme juga dari hasil riba.
Pemerintah Indonesia saat ini masih berdasarkan Pancasila, mempertahankan sebagai dasar negara sejak Indonesia diproklamasikan 17 Agustus 1945 M. Umur 64 tahun lebih Indonesia berdasarkan Pancasila tanpa memberikan hasil Indonesia bersih riba. Indonesia tidak bertambah iman dan islamnya dengan menjalankan Pancasila, namun bertambah kemaksiatannya.
Mulai kita lihat sejak pidato kemenangan Presiden ke 7 SBY tahun 2009 M kemarin. Riba masih ada, pelacuran masih ada, korupsi masih ada, pidato yang tidak merubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Terakhir pidato pengaruh rumah kaca, namun bukan dinegeri sendiri. Suara Presiden semestinya suara rakyat, jika presiden bersuara tidak memberikan solusi untuk Indonesia sekarang, 24 jam ini lebih baik, bagaimana mungkin besok-besoknya Indonesia akan lebih baik. Bagaimana mungkin dengan slogan INDONESIA BISA, Indonesia akan lebih baik, Indonesia besok harus lebih baik, tanpa sekarang harus lebih baik, tanpa 24 jam hari ini harus lebih baik? Presiden harus berpidato “Hari ini Harus lebih baik dari kemarin” setiap harinya.
Riba menjadi setan bagi manusia, seperti halnya memakan buah kuldi. Persyaratan lepas dari setan adalah kita meminta maaf kepada Allah swt karena telah menjalankan riba, dan berniat meninggalkan riba. Hal ini tanpa gerakan bersama seluruh umat islam dipimpin suara Presiden tidak akan berjalan. Slogan kembali kepada diri masing-masing, yang penting diri kita masing-masing, yang penting kita tidak, yang penting saya tidak, yang penting bukan saya, yang penting saya sudah berniat, tidak membawa hasil. Yang penting pemimpin bangsa ini mengatakannya dan memulainya, ini baru mungkin terjadi.
Saya menginginkannya dan sudah lama berniat, dan saya bersyukur bahwa saya tidak punya uang untuk disimpan di bank. Sekarang saya hanya punya simpanan di bank MUAMALAT, dan SyarE dibawah 50 ribu. Tetapi disaat nanti Allah swt memberikan saya uang banyak apakah bank-bank di Indonesia masih seperti ini? Sehingga pilihan saya tidak memilih bank Indonesia, tidak memilih bank syariah, tidak memilih bank dunia, akan saya simpan sendiri tanpa bank. Jadi untuk menyimpan uang lebih baik dibelanjakan dan disimpan sendiri tanpa bank, kecuali ada bank kusus untuk umat islam dan ada bank khusus untuk umat non islam.
Artikel ini saya posting di Blog 1USAHAHALAL
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
